Kasus Pembunuhan Black Dahlia Yang Masih Menjadi Misteri Hingga Saat Ini

Kasus Pembunuhan Black Dahlia

Kasus Pembunuhan Black Dahlia – Pernahkah kalian mendengar kata Black Dahlia ? Mungkin sebagian orang masa kini menganggap Black Dahlia adalah sebuah band beraliran Death Metal dari Amerika Serikat.

Namun arti sesungguhnya kata Black Dahlia bukanlah sebuah grup band melainkan kasus pembunuhan yang sangat brutal yang pernah terjadi di Amerika.

Kasus pembunuhan ini berawal pada tanggal 15 Januari 1947 , yang dimana pada saat itu ditemukan sosok mayat yang awalnya dikira sebagai maneken yang terletak di sisi luar jalan.

Kasus Pembunuhan Black Dahlia

Saat itu , tubuh Elizabeth Short (nama korban yang dibunuh dan dimutilasi) terpotong menjadi dua bagian atas dan bawah mirip seperti sebuah patung maneken pada umumnya. Namun ketika dilihat lebih dekat , ternyata orang orang menyadari jika itu adalah tubuh manusia dengan muka yang sudah dirusak.

Hal ini pun yang akhirnya membuat wartawan , polisi hingga FBI langsung berkumpul di lokasi tersebut. Herannya , tidak ada noda darah sama sekali disekitar tubuh Short yang terlihat pucat.

Potongan tubuh Short pun akhirnya dibawa untuk diotopsi. Hasilnya pun cukup mengagetkan , banyak bagian tubuh Short yang dindikasi mengalami kekerasan. Mulai dari ikatan tali yang ada di kaki dan tangan hingga memar yang ada di bagian kepala Short.

Kasus Pembunuhan Black Dahlia

Hasil otopsi juga membuktikan tidak adanya bekas sperma di dalam organ tim Short sehingga menepis dugaan bahwa pembunuhnya telah memperkosa Short sebelumnya.

Para ahli menduga jika pembunuh memutilasi tubuh Short 10 jam setelah dirinya sudah tidak bernyawa.

Tidak lama setelah kejadi tersebut , pihak kepolisian setempat dikirim sebuah surat oleh seseorang misterius yang mengaku jika barang barang yang ada di amplop tersebut adalah barang pribadi Short.

Semua barang yang ada di amplop tersebut memiliki bau seperti bensin. Polisi menduga sang pengirim surat telah menghapus sidik jarinya menggunakan bensin.

Baik pihak polisi ataupun FBI akhirnya melakukan berbagai cara untuk mendapatkan bukti judi slot online baru untuk kasus misterius ini. Bahkan mereka sudah menginterogasi sekitar 200 orang , namun tidak memberikan hasil apapun alias nihil.

Hal ini yang akhirnya membaut sejumlah spekulasi muncul atas kasus pembunuhan Short tersebut. Ada yang berspekulasi jika Short menolak ajakan untuk berhubungan intin karena saat itu kondisinya sedang hamil. Namun lagi lagi spekulasi ini tidak cukup berhasil membuktikan karena pada saat hasil otopsi yang dilakukan menyatakan Short tidak lagi dalam keadaan hamil.

Dan tepatnya di tahun 2017 lalu , Piu Marie Eatwell mengejutkan dunia dengan mengatakan pembunuh Short bernama Leslie Duane Dillon , seorang bellboy yang sudah pernah ditahan oleh polisi namun kemudian dibebaskan.

Dalam buku Black Dahlia, Red Rose yang ditulis oleh Eatwell , dirinya mengatakan jika Departemen Kepolisian Los Angeles sengaja membiarkan pelaku pembunuh Short lolos karena Sersan Finis Brown yang menjadi salah satu dari dua penyidik kasus tersebut adalah polisi korup.

Namun lagi lagi banyak orang yang kurang mempercayai dengan perkataan Eatwell karena kurang bukti yang ada.

Hingga saat ini . kasus pembunuhan Short dianggap sebagai kasus brutal yang belum terpercahkan. Short akhirnya dimakamkan di di Oakland, dan ibunya, Phoebe pindah ke daerah di dekat makamnya.