3 Kasus Pembunuhan Berantai di Indonesia

Kisah kasus pembunuhan berantai, yang mungkin kita mengira kasus-kasus tersebut mengerikan seperti ini hanya ada di film atau luar negeri saja. Pada kenyataannya, di Indonesia juga ada beberapa kasus pembunuhan berantai.

Dari himpun berbagai sumber, Banyak kasus-kasus pembunuhan itu terjadi medio 1990-an hingga 2000-an. Beberapa di antaranya bahkan sampai melakukan kekerasan seksual sesudah atau sebelum membunuh korbannya yang masih anak-anak.

Berikut pembunuhan berantai sadis yang pernah terjadi di Indonesia dengan jumlah korban lebih dari dua orang.

Rio Martil

Dengan nama lengkap Antonius Rio Alex Bulo ini juga tak kalah kejam. Karena dengan bermain slot terbaru ia Rio alias Rio Martil dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan pada 2001 karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap empat orang dengan martil atau palu kesayangannya.

Rio sendiri memang sebelumnya pencuri spesialis mobil. dan ia sempat dipenjara karena ulahnya tersebut. Nah, selepas keluar penjara itulah, Rio tanpa segan membunuh para korbannya dengan martil yang selalu dia bawa saat beraksi, Kemudian dia membawa kabur mobil milik korban.

Ryan Jombang

Pria yang bernama Very Idham Henyansyah alias Ryan adalah merupakan pembunuh berantai yang menjadi headline pemberitaan nasional pada tahun 2008. seorang Pria yang kemudian dijuluki sebagai Ryan Jombang ini diketahui menghabisi 11 orang dalam rentang waktu 2006-2008.
Ryan adalah orang yang merupakan homoseksual ini karena melakukan pembunuhan di dua lokasi, yaitui Jakarta dan kampung halamannya, Jombang, Jawa Timur.

Babe

Dengan nama lengkap Baekuni alias Babe juga tak kalah kejam dari Robot Gedek dalam melakukan aksinya pembunuhan terhadap korban yang juga anak-anak. Seorang Babe yang merupakan penjual rokok di kawasan Terminal Pulogadung, Jakarta Timur itu diketahui suka memelihara anak-anak jalanan.

Memang, Babe mengaku ada 14 anak yang menjadi korban aksi kejinya, dan Polisi pun menduga masih banyak korban lain yang belum terungkap. Oleh sebab setidaknya masih 50 anak jalanan lagi yang selama tidak ditemukan keberadaannya. Kemudian, atas perbuatannya Babe dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan.